pages

February 23, 2012

Takut, besok akan menangis...


Sedih dengan instrumen 'penilaian' yang datang menghampiri..
Ketika kesatuan hati mulai dipecahkan oleh prasangka dangkal..
Dan jeritan meminta tolong tenggelam dalam kesunyian malam..
Takut besok ku 'kan menangis..

Serangkaian pertanyaan telah membeku..
Yang terlihat jelas hanyalah 'ini saatnya melangkah dalam iman dan harapan'..
Ingin tetap merengkuh pesona-mu selamanya, namun saatnya telah berakhir..
Takut besok ku 'kan menangis..

Kebingungan akan mewarnai batu peringatan pergumulan kehidupan..
Memaksa untuk merangkak lewati jalan retak dan rapuh..
Ingin rasanya membuat kita semua bisa kembali duduk mendengar dengan pengertian..
Takut besok ku 'kan menangis..

Benih waktu telah ditaburkan.. 
Dan telah selesai disiram oleh perbuatan-perbuatanmu..
Membawa panen melimpah dalam rasa hati ini..
Takut besok ku 'kan menangis..

Pengetahuan akan menjadi teman yang mematikan..
Kalau tak pernah menyimpulkan satu set aturan untuk mengendarainya..
Seluruh nasib umat manusia dapat kulihat melalui bingkai ini..
Ingin pergi dan mengusahakan sesuatu.. 

Ku yakin kita terpisahkan karena mimpi.. 
Mimpi yang akan dipakai-Nya untuk membuat-ku semakin mengenal-Nya..
Kita akan bertemu dalam senyuman, di depan yang MAHA TAHU segala hal..
Dan saat itu, aku pun tahu, masing-masing kita telah menyelesaikan hidup dengan baik..
Dan aku tak akan pernah takut untuk menangis lagi..

1 comment:

Welly Lokollo said...

semangat ade..Tuhan tau yang terbaik, karena itu terus melangkah didalam kebenaranNya :)