pages

March 04, 2011

Menari di Padang Gurun..

Pernahkah anda merasakan terjebak dalam suatu kondisi yang membuat anda tidak dapat melakukan apa-apa padahal anda merasa dapat melakukan banyak hal??

Pernahkah anda berpikir bahwa rasanya, kali ini Tuhan salah mengatur alur hidup anda??

Pernahkah anda terlanjur menjalani sebuah keputusan dan ketika berada di tengah jalan, anda mencoba mencari alasan mengapa anda menempuh perjalanan itu dan anda tidak menemukan jawabannya?

Tiba-tiba anda baru sadar untuk memperhatikan sekeliling dan menyimpulkan bahwa ini bukan perjalanan yang anda inginkan sebelumnya..


Ini bukan TAMAN IMPIAN
tapi ini PADANG GURUN..

Teriknya matahari menjadi teman setia.. Tak ada lagi pohon-pohon rindang yang dibawahnya anda dapat berteduh sejenak untuk menghirup udara segar… Dan memiliki waktu berharap untuk melihat pemandangan unik yang ada di depan sana..

Yang ada sekarang hanyalah suasana kering, gersang, dahaga, sepi

Tak ada satupun yang menarik lagi.. Dengan cepat anda melupakan sukacita mula-mula ketika pertamakali dengan rasa penasaran dan bunga-bunga cinta, anda berlari menapaki keputusan itu..

Hati mulai menjadi gusar..

Sukacita mulai memudar..

Kasih pun mulai menguap..

Semangat pun hilang tak meninggalkan jejak..

Dan anda mulai menyesali semuanya..

Namun anda hanya bisa melanjutkan perjalanan itu karena memang anda tidak bisa kembali lagi.. Perjalanan yang akan membawa anda kepada keputusan-keputusan lain yang tidak terprediksikan.


Beberapa bulan terakhir ini, pernyataan-pernyataan di atas ini menjadi bayangan gelap yang sesekali menutupi mata yang ingin melihat pada harapan.

Beberapa kali, saya menjadi frustasi dengan pertanyaan-pertanyaan ini.

Ini suatu tahap kehidupan yang sangat aneh dan sulit untuk dimengerti.

Jangankan mencoba untuk berbagi kepada orang lain, diri saya saja merasa kesulitan menerjemahkan kondisi ini. Tak ada siapapun yang dapat menjelaskan bagaimana harus meresponi dengan tepat situasi ini.


Ini memang “padang gurun”..

Proses yang akan mematikan segala motivasi tersembunyi, ambisi, dan keinginan liar yang bersemayam dengan anggunnya di singgasana hati..

Proses yang akan membungkam semua suara pemberontak yang terus menentang Sang Khalik..

Proses yang akan membawa diri ini menembus limit ke’aku’an, sampai akhirnya merasa muak, mual dan ingin muntah dengan kalimat-kalimat:

 “Aku bisa, aku pasti bisa melakukannya…”

“Semuanya akan baik-baik saja, semua akan berjalan seperti yang kumau”

“Tenang maya, tidak ada yang bisa melakukan sebaik dirimu”..

 “Maya, sudah cukup.. Dibandingkan orang lain, dirimu sudah cukup baik.. “

??????????


Yah, padang gurun ini akan menyingkapkan siapa dirimu sebenarnya?

Apa yang tersembunyi? Mengungkap hal-hal buruk yang tidak pernah dibayangkan orang lain?

Suara itu akan menunjukkan hatimu yang sebenarnya..

Sampai tak ada lagi tempat untuk membanggakan diri, percaya diri, unjuk diri..

Yang ada hanyalah tahu diri

………………………................................................................................


Nikmatilah padang gurun ini..

Menarilah di atas padang pasir ini..

Sampai Sang Khalik menyapamu dan berkata :

“Anak-Ku, sekarang waktunya.. Sekarang saatnya melakukan misi-Ku’



2 comments:

OliphDhian said...

Salam Kenal Bloger Kupang..
Terus berkarya...^_^

Maya Basoeki said...

Salam kenal juga.. Makasih.. ^-^